Loading...

Siaga Satu

JEPARA - Awan hitam menggelayut di atas kubu Persijap Jepara. Satu-satunya tim Liga Super Indonesia (LSI) asal Jawa Tengah tersebut sedang dalam status siaga satu. Ini tidak terlepas dari hasil lima pertandingan terakhir yang dilakoni Evaldo Silva dkk.

Di ajang Piala Indonesia, Persijap gagal lolos ke babak 16 besar setelah dua kali menelan kekalahan dari Arema Indonesia dan Mojokerto Putra. Beruntung, di laga terakhir yang sudah tidak menentukan lagi, Laskar Kalinyamat masih bisa menutup aib dengan mengalahkan tim Divisi Utama Deltras Sidoarjo.

Kemenangan atas Deltras yang diharapkan mampu menjadi pemicu untuk menjalani tur Kalimantan ternyata buyar di tengah jalan. Para pemain masih terlihat terbebani dengan kegagalan tersebut yang akhirnya membuat performa Persijap anjlok.

Dimulai dengan kekalahan 0-5 atas tuan rumah Persisam Samarinda, kekalahan kembali menyergap Persijap saat bertandang ke kandang Bontang FC. Tim besutan Junaedi tersebut keluar lapangan dengan kepala tertunduk, usai dilibas tuan rumah 1-4. Persijap pun pulang dengan tangan hampa.

Tak pelak, hasil tersebut menjadikan posisi Persijap di ambang jurang degradasi. Dengan raihan 37 poin, tim ini sekarang berada di peringkat 14 atau dua strip dari zona merah. Parahnya, selisih poin dari tim-tim yang sekarang berada di bawah Persijap relatif tipis.

Persebaya yang menempati posisi 15 mengumpulkan 35 poin. Sedangkan, Persik Kediri yang menghuni strip 16 membayangi dengan 35 poin. Itu artinya, sekali lagi Persijap terpeleset konsekuensi yang harus ditanggung adalah menjadi salah satu tim calon penghuni Divisi Utama musim depan.

”Banyak pekerjaan rumah yang harus segera kami selesaikan paskahasil buruk ini. Evaluasi harus dilakukan secara menyuluruh untuk mencari penyelesaian terbaik,” kata sekretaris tim Persijap Nurjamil, Kamis (29/4/2010).

Manajemen menilai, dalam pertandingan-pertandingan terakhir, para pemain kurang memiliki motivasi. Hanya, belum diketahui penyebab penyakit tersebut. Karena gagal di ajang Piala Indonesia atau ada faktor lainnya.

Disinggung mengenai hak pemain, Nurjamil dengan tegas menyatakan sampai sekarang manajemen tidak pernah lalai dalam memenuhi hak-hak pemain. ”Gaji dan hak-hak pemain lainnya selalu kami bayarkan tepat waktu. Inilah yang membuat manajemen bertanya-tanya, ada apa ini,” imbuhnya.

Untuk itu, dalam waktu dekat manajemen dan pemain akan dipertemukan untuk membahas langkah-langkah berikutnya. Sehingga, jika selama ini ada semacam miss communication akan segera terselesaikan sebelum dua pertandingan kandang melawan Persija dan PSPS Pekanbaru pada pertengahan Mei mendatang.

”Untuk saat ini, biarlah pemain beristirahat dan menenangkan diri. Kami tidak akan mencari kesalahan. Sebab, yang dibutuhkan sekarang adalah penyelesaian,” lanjut Nurjamil.
(far)
Super Liga 2384840163875155963

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Follow Us


History

Official Jersey

Archive