Loading...

Evaluasi Total!!

JEPARA - Persijap Jepara berada dalam ancaman besar masuk ke lubang degradasi setelah menelan serangkaian hasil buruk pada pertandingan putaran kedua Djarum Indonesia Super League.

Pukulan paling telak adalah kekalahan 0-5 dari Persisam Samarinda dan 1-4 dari Bontang FC. Laga lawatan ke Kaltim berakhir dengan tangan hampa, bahkan menyisakan banyak persoalan. Manajemen tim diminta mengevaluasi total hasil buruk itu.

”Evaluasi harus dilakukan sampai ke dasar persoalan dengan semangat mencari jalan keluar. Sebab, terpeleset sekali saja di empat pertandingan tersisa, dampaknya akan buruk,” kata Abdul Kholik, sesepuh Jepara Tifosi Mania (Jetman), kemarin. Evaluasi itu penting terutama untuk menjaga kekompakan tim.

”Semangat bertanding dan kolektivitas tim menurun. Suporter akan terus mendukung tim hingga titik akhir dalam memburu peluang,” kata Ali Shohib, sesepuh dari Barisan Suporter Persijap Sejati (Banaspati).

Ali Shohib mengatakan, para pemain diharapkan tidak berkecil hati setelah dua kekalahan di Kaltim. Tim Laskar Kalinyamat, kata dia, sudah terbiasa menghadapi situasi sulit pada akhir musim seperti ini hanya untuk mengamankan diri dari ancaman degradasi.

”Karena itu, kami berharap evaluasi yang dilakukan nanti harus benar-benar mengena dan efektif,” lanjutnya.

Empat Laga
Manajemen, tim pelatih, dan pemain masih memiliki waktu longgar, yakni dua pekan untuk mempersiapkan empat laga yang boleh dibilang sebagai pertandingan final buat Persijap. Pertandingan terdekat adalah menjamu Persija Jakarta pada 15 Mei mendatang, lalu menerima PSPS Pekanbaru.

Dua laga penutup dijalani di luar kandang, melawan dua tim terbawah, yakni Persitara Jakarta Utara dan Pelita Jaya. Ada rekor buruk yang menghampar di depan Persijap karena sepanjang sejarah belum pernah menang atas Persija.

Laskar Kalinyamat selalu kalah di Jakarta dan lebih sering bermain seri saat di Jepara. Tim Macan Kemayoran menang pada dua laga terakhir, yakni 3-0 atas Persiba Balikpapan serta kemarin menang 2-0 atas PSM Makassar.

Persija tak lagi bisa mengejar titel juara karena peluangnya tertutup, namun sudah mengumpulkan nilai 43 dan masih menyisakan lima laga. Peta itu membuat Persija relatif aman dari degradasi.

Sementara itu wakil sekretaris tim, Nurjamil, mengatakan manajemen memang akan mengevaluasi total hasil beberapa laga terakhir dan apa yang terjadi di tim, untuk mmempersiapkan empat laga sisa.

”Evaluasi pasti diagendakan. Waktunya masih cukup,” kata dia. Pertandingan melawan Persisam dan Bontang FC dinilai berat karena kedua tim itu juga ingin aman dari degradasi dan menjadikan laga kandang mereka sebagai target mati.

Pada putaran kedua ini, dari 13 laga, Laskar Kalinyamat hanya memetik 14 poin karena hanya bisa menang atas Persiwa Wamena (4-1), Persiba Balikpapan (3-1), Persik Kediri (3-2), serta Pesib Bandung (2-1), ditambah dua hasil seri melawan Persela Lamongan dan Persebaya Surabaya.

Selebihnya kalah, termasuk dua kali di kandang dari Persipura Jayapura dan Arema Indonesia. Grafik kualitas permainan juga terus menurun, ditambah belitan cedera beberapa pemain kunci. (H15-40)
Supporter 8887810860973502786

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Follow Us


History

Official Jersey

Archive

Follow by Email