Loading...

Phaitoon Belum Maksimal, Persijap Menang

JEPARA - Persijap Jepara melanjutkan catatan manisnya di pentas Liga Super Indonesia 2009/2010. Menjamu Bontang FC, tim berjuluk Laskar Kalinyamat kembali merengkuh poin absolut dengan skor tipis 1-0.

Gol semata wayang tuan rumah dicetak kapten tim Evaldo Silva dari titik putih pada menit 29. Penalti diberikan wasit Yandri setelah striker Noor Hadi dijatuhkan pemain belakang Bontang FC Sardinata di kotak terlarang.

Dengan raihan ini, Persijap kembali ke puncak klasemen sementara setelah pekan lalu direbut Arema. Meskipun kedua tim mengumpulkan 10 poin, namun Persijap unggul untuk urusan defisit gol. Hingga pertandingan keempat kemarin, gawang Persijap belum pernah kebobolan. Sekaligus menambah durasi clean sheet Danang Wihatmoko menjadi 360 menit.

Dibandingkan laga-laga sebelumnya, penampilan Persijap terlihat menurun. Penampilan pemain gress asal Thailand Phaitoon Thiabma juga belum mampu memberi warna pada serangan-serangan yang dibangun timnya. Masuk di babak kedua menggantikan Bona Simanjuntak, Phaitoon masih terlihat belum mampu langsung beradaptasi terutama dengan pemain-pemain baru di timnya.

Begitu juga dengan Danang Wihatmoko. Sepanjang babak pertama, kiper asli Jepara tersebut beberapa kali melakukan kesalahan. Di bangku cadangan Persijap, Pelatih Junaedi sudah mempersiapkan kiper kedua Sabani. Namun, Danang mampu menebus kesalahan ini di 45 menit babak kedua. Bahkan, dia berhasil melakukan sejumlah penyelamatan, termasuk tendangan keras mesin gol Bontang FC Aldo Bareto di menit 87 yang mampu dijinakkan dengan sempurna.

Bontang FC bukannya tanpa perlawanan. Sejak menit pertama, tim asuhan Fachry Husaini sering mengancam gawang tuan rumah. Barisan pertahanan Persijap yang dikomandoi Evaldo Silva sering kewalahan menghalau pergerakan Aldo Bareto dan pemain-pemain Bontang yang muncul dari lini kedua.

Asisten pelatih Persijap Anjar Jambore Widodo menyatakan, di babak kedua timnya mulai mampu mengendalikan pertandingan. "Kami mengakui, menurunkan Phaitoon merupakan kesalahan. Sebab, ternyata dia belum berada pada kondisi puncak. Meski demikian, hasil ini pantas untuk disyukuri," jelas Anjar.

Sementara, pelatih Bontang FC Fachry Husaini mengaku puas dengan permainan anak asuhnya. Sebab, kekalahan timnya bukan karena hasil serangan lawan, melainkan dari titik penalti. "Kedua tim bermain bagus dan sportif. Sayang, hasilnya tidak sesuai yang kami harapkan," ujarnya.

Dia juga mempertanyakan keputusan wasit yang menganulir gol Aldo Bareto di penghujung pertandingan. Fachry menilai, wasit tidak memiliki alasan yang kuat untuk membatalkan gol tersebut. Karena, lanjut dia, tidak ada pelanggaran yang dilakukan pemainnya.

Pertandingan kemarin juga ternoda dengan insiden kecil di ruang ganti Bontang FC. Sesaat setelah para pemain Bontang FC meninggalkan lapangan, tiba-tiba kaca pintu ruang ganti tim tamu pecah. Situasi ini sempat memantik suasana tegang antara panpel dengan tim tamu.

Manajer Bontang FC Andi Satya meminta maaf terkait kejadian ini. Dia menegaskan, tidak ada unsur kesengajaan dari timnya untuk memecahkan kaca. Selain itu, insiden tersebut juga tidak ada hubungannya dengan ketidakpuasan tim Bontang FC terhadap kepemimpinan wasit.

"Saya tidak tahu secara pasti bagaimana kejadiannya. Beberapa pemain menyebutkan, kejadian ini berawal saat para pemain akan masuk ke ruang ganti. Saat itu pintu masih terkunci, tiba-tiba ada salah satu pemain yang terdorong pemain lainnya sehingga menabrak kaca pintu,' ujar Andi.
(acf-okezone)
Super Liga 3897801608181361739

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Follow Us


History

Official Jersey

Archive

Follow by Email