Loading...

Mulai Berpikir Gantung Sepatu


KAPTEN Persijap Jepara musim 2008-2009, Evaldo Silva, seakan memberi sinyal dini timnya bakal menyerah kalah dari Deltras Sidoarjo pada perebutan peringkat III Copa Indonesia di Stadion Jakabaring Palembang, 28 Juni lalu. Ketika itu, menjelang jeda babak pertama, dia dipapah keluar lapangan dan tak bisa melanjutkan pertandingan saat kedudukan imbang 1-1.

Evaldo mengalami cedera hamstring setelah berkali-kali menahan gempuran para pemain The Lobster. Sinyal itu benar karena sepeninggalnya, gawang Laskar Kalinyamat kemasukan dua gol lagi. Lepaslah gelar peringkat III yang berbonus Rp 350 juta itu.

Sehari setelah laga itu, Evaldo memutuskan untuk pulang ke negaranya, Brasil, dengan masih merasakan sakitnya cedera. Namun dia mengatakan cedera itu bisa sembuh dalam waktu dekat.

Persijap akhirnya harus puas hanya dengan predikat tim empat besar Copa dan bertahan di Liga Super musim depan. Evado mengakui timnya tampil meyakinkan hanya pada putaran pertama liga.

’’Musim ini kami seperti tertolong dengan cara kami bertanding dan memenangi putaran pertama,’’ ujar Evaldo.

Ia benar mengatakan itu, karena dari 46 poin yang mengantarkan Persijap aman dari degradasi, 80 persen di antaranya diraih pada putaran pertama. Pada putaran kedua, Persijap babak belur karena dari 17 pertandingan, hanya dua laga yang bisa dimenangi, sisanya berujung seri dan kalah.

Banyak Faktor

Ia memberi catatan tentang banyak faktor yang memengaruhi, salah satunya pemain pelapis. ’’Jika Persijap ingin kuat sepanjang musim, maka pemain pelapis kualitasnya harus tak jauh beda dengan tim inti. Harus ada dua tim kuat di tim,’’ katanya.
Evaldo yang sudah lima musim di Persijap, musim depan masih tetap ingin bertahan jika dikehendaki manajemen baru dan ada titik temu dalam negosiasi kontrak.

’’Saya tidak bisa membayangkan bagaimana saya bermain di klub lain lalu saya berhadapan dengan Persijap,’’ kelakarnya. Ia justru mulai berpikir gantung sepatu. ’’Musim depan mungkin saya masih main, tapi 2011 mungkin saja gantung sepatu.’’

Evaldo sudah berusia 35 tahun, setara dengan Keith Kayamba Gumbs di Sriwijaya FC. Stamina Evaldo masih prima dengan latihan fisik rutin dan menghindari minuman beralkohol. Meski dia jatuh hati dengan perempuan asal Salatiga, dia tidak berpikir untuk menjadi warga negara Indonesia. Jika sampai gantung sepatu, dia juga lebih memilih untuk berbisnis ketimbang merintis karier sebagai pelatih. (Muhammadun Sanomae-40)
Skuad 4009002195517482830

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Follow Us


History

Official Jersey

Archive

Follow by Email