Loading...

Pemain Kembali Mogok Latihan

Semua pemain Persijap Jepara kembali mogok latihan, kemarin. Mereka tak berangkat latihan di Gelora Bumi Kartini karena gaji tertunda tiga bulan. Latihan kemarin mestinya sangat penting karena untuk persiapan terakhir pertandingan melawan tuan rumah Semen Padang di ajang Indonesia Premier League (IPL), Minggu (17/6).

"Saya menunggu pemain di sini. Tak ada yang datang," kata Sartono. Ia bersama asistennya, Anjar Jambore Widodo M Afif dan Firmansyah, sudah menunggu di stadon sejak pukul 15.30. Namun sampai matahari terbenam, tak satu pun pemain muncul di stadion. "Pemain tak datang latihan karena menunggu hak yang belum mereka terima dan mestinya diberikan hari ini," terang Sartono.

Sebelumnya, pemain sudah pernah mogok latihan, yaitu jelang pertandingan melawan Bontang FC tiga pekan lalu. Mereka lantas mau berlatih dan bertanding karena gaji mereka dijanjikan cair pada 7 Juni.

Tak ke Padang

Ketika masa yang dijanjikan itu tiba, gaji tak juga diberikan oleh konsorsium yang selama ini langsung ditransfer ke rekening tiap pemain.
Lalu ada pembicaraan dengan konsorsium yang memberi harapan akan membayarkan pada 14 Juni. Namun setelah ditunggu, ternyata kemarin belum cair.

"Pemain dan juga kami akan menunggu sampai besok (hari ini)," lanjut Sartono.

Kesepakatan para pemain, jika gaji itu hari ini tak dibayarkan, maka mereka tak akan berangkat ke Padang, walau dengan konsekuensi kalah walk out (WO).
Adjie Darmana, CEO PT Jepara Raya Multitama yang menjembatani masalah itu ke konsorsium menyatakan belum ada respons soal gaji. "Kami sudah berkali-kali menagih ke konsorsium, tetapi belum ada tanggapan," kata Adjie. Ia mengetahui jika pemain tak akan berangkat ke Padang jika sampai hari ini gajinya belum terbayarkan. "Bahkan di saat seperti ini jika tak kunjung ada penyelesaian, kami bisa berhenti berkompetisi," kata Adjie.

Ia lantas mengungkap tunggakan dari konsorsium itu mencapai sekitar Rp 3 miliar. Untuk gaji, tiap bulan Rp 650 juta. Jika menunggak tiga bulan maka yang belum dibayarkan Rp 1,95 miliar. Untuk tunggakan biaya operasional tim mencapai Rp 800 juta.
Biaya pertandingan tandang ke PSMS Medan Rp 90 juta sampai sekarang belum dibayar, juga tunggakan ke panitia pelaksana pertandingan Persijap Rp 15 juta. "kami masih terus berupaya menjembatani masalah ini," kata Adjie. (H15-73)
Skuad 5169335732891953585

Posting Komentar

  1. matio waaaaaaaaaaaaeeeeeeeeeeee

    BalasHapus
  2. itu resiko yang harus di ambil oleh orang2 begok kaya adji darmana dan kroninya yang telah menjual persijap dan ikut ipl yg tanpa pendukung.

    BalasHapus

emo-but-icon

Beranda item

Follow Us


History

Official Jersey

Archive

Follow by Email