Loading...

Tolak Liga Tandingan

Meskipun muncul benih-benih ketidakpercayaan terhadap kinerja PSSI, namun Persijap tetap siap mematuhi apapun keputusan yang dikeluarkan otoritas sepak bola nasional tersebut. Begitu juga dengan mencuatnya isu perhelatan liga tandingan yang digulirkan sejumlah klub pada saat manager meeting di Jakarta (13/10/2011).

“Harus diakui, dunia persepakbolaan kita masih banyak yang harus dibenahi. Namun, bukan berarti lantas melakukan aksi boikot ataupun menggelar liga tandingan. Kami tidak setuju dengan rencana tersebut,” kata Edy Sudjatmiko, General Manager Persijap kepada wartawan, Jumat (14/10/2011).

Dia mengungkapkan, sah-sah saja memberikan kritik terhadap kinerja PSSI. Misalnya tentang jadwal yang terlihat janggal dan tidak rasional. Ini menunjukkan persepakbolaan Indonesia belum benar-benar ditangani secara profesional.

Akan tetapi, tidak lantas membuat gerakan baru yang mengancam sepak bola Indonesia itu sendiri. ”Kick off yang telah ditentukan digelar besok (hari ini) harus tetap ditaati. Kalau sampai ada klub yang menolaknya, saya menilai klub-klub tersebut ingin menggagalkan sepak bola tanah air,” ujar Edy.

Pada manager meeting kemarin, PSSI belum bisa mengeluarkan keputusan apa-apa. Sebab acara tersebut akhirnya berakhir dead lock. Persijap juga tidak setuju dengan hal tersebut.

Sedangkan perpecahan di kalangan klub mencuat setelah munculnya dua kelompok. Kubu yang menolak format kompetisi dengan 24 klub tergabung dalam klub pendukung PT Liga Indonesia. Mereka antara lain Persipura, Persib, Persebaya versi Wishnu Wardhana, Persiba Balikpapan, Pelita Jaya, Sriwijaya FC, Persidafon, Persiwa, Persela, PSPS, Semen Padang, Deltras Sidoarjo, Persisam Samarinda, Arema Indonesia, Persija versi Ferry Paulus, serta Mitra Kukar.

Sedangkan Persijap dan klub-klub lainnya menyatakan siap menggelar kick off hari ini. Selain Persijap, klub lain yang bersuara sama meliputi Persiraja, PSMS, Persibo, Persija Jakarta versi Bambang Cipto, PSM Makassar, Persema Malang, Persiba Bantul, dan Persebaya Surabaya kubu Cholid Goromah.

Dia juga merasa heran, mengapa agenda manager meeting yang sebenarnya digunakan untuk membahas tentang persiapan liga dan hasil verifikasi AFC justru digunakan untuk membicarakan hal lain, yakni pembagian saham oleh PSSI. ”Menurut kami lebih baik kick off tetap digelar sesuai jadwal. Nah, setelah itu kan kita libur satu bulan. Masa jeda kompetisi inilah yang bisa kita manfaatkan untuk membahas kekurangan-kekurangan yang ada,” lanjutnya.

Di sisi lain, Edy juga menjelaskan pihaknya telah bertemu dengan konsorsium LPI untuk membahas proses pencairan dana yang telah disepakati, yakni Rp 15 miliar. Menurut Edy, konsorsium sepakat untuk mentransfer dana tersebut kemarin.

“Pernyataan dari konsorsium menyebutkan hari ini (kemarin) akan ditransfer. Namun, saya belum mengeceknya di rekening. Bagi kami, hari ini (kemarin) juga bukan harga mati. Kami memang mendesak pencairan tersebut segera dilaksanakan. Namun, kalaupun belum cair kami tetap menunggu dan tidak akan membatalkan kesepakatan merger,” pungkasnya.

(Sundoyo Hardi/Koran SI/fit)
Super Liga 7896823168615419681

Posting Komentar

  1. sebenarnya dari hati kecil pak Edy Sujatmiko ingin mengatakan bahwa persijap tetap mengikuti aturan pssi saat ini karena telah difasilitasi untuk merger dg team lpi sehingga mendapat dana hibah untuk menyelamatkan nyawa dan kehidupan persijap

    kubu 10 yg diikuti persijap hanya berisikan team-team yang mendapatkan tiket gratis dan team yang dimenangkan persengketaannya dalam dualisme...

    sebagai masyarakat Jepara, sebenarnya saya malu mengenai hal ini...tapi mau gimana lagi "sejak dulu beginilah persijap deritanya tiada akhir"

    BalasHapus
  2. otomatis ikut "big boss" kl g pengen dana dari big boss dii cut. nasibmu kok elek Persijap.......

    BalasHapus
  3. Kalian smua bener, sbnernya saya jg malu pada diri saya sndiri & lebih lg malu pd masyarakat Jepara. Yg saya lakukan emang bertentangan dgn hati nurani saya yg paling dalam, tp mau gmn lg, ini smua demi kelangsungan Persijap.


    Saya minta maaf pd smua masyarakat Jepara & saya mohon pengertiannya, saya melakukan ini krn terpaksa, maafkanlah apa yg telah saya & management lakukan.

    BalasHapus

emo-but-icon

Beranda item

Follow Us


History

Official Jersey

Archive