Loading...

Talenta Baru Bermunculan


Oleh : Muhammadun Sanomae

SU’UDI (49) , warga Desa Tegalsambi Kecamatan Tahunan, Jepara, hampir tiap sore mengantar putranya, Rangga, ke lapangan Alun-alun Jepara. Sudah hampir dua tahun ini Rangga bergabung dalam Sekolah Sepak Bola (SSB) Putra Kalingga. ”Seperti anak saya, kebanyak anak-anak di Jepara termotovasi menjadi pemain sepak bola karena ngefans sama pemain Persijap yang jadi idolanya,” ungkap Su’udi, belum lama ini.

Pemain Persijap seperti Evaldo memberi energi tersendiri bagi inspirasi anak-anak untuk menjadi pesepak bola. Jika tak percaya, tanya saja anak-anak Jepara yang berusia 8-14 tahun. Mereka banyak yang mengenal pemain asal Brasil yang sudah merumput di Persijap sejak 2004 itu. Rangga, putra Su’udi itu misalnya memilih masuk ke SSB karena mengidolakan Evaldo dan pemain Persijap musim 2008-2010, Pablo Frances.

Dalam lima tahun terakhir, perkembangan SSB atau sejenisnya seperti pusat pelatihan (puslat) sepak bola berkembang pesat dan merata di setiap kecamatan. Ratusan anak bergabung dalam setiap tahun. Belum lagi mereka yang berlatih secara otodidak di lapangan kampung-kampung.

Bisa dibilang, SSB dan puslat itu sebagai ëtempat penggorengan” pertama para calon pesepak bola professional asal Jepara. Memang tidak ada kampung khusus yang mendominasi pasokan pemain, karena itu menyebar di hampir semua kecamatan.

‘’Saya mendirikan SSB Putra Kalingga untuk memberikan wadah bagi anak-anak yang ingin menjadi pemain. Selain itu, saya juga merasa terpuaskan, karena sudah terbiasa berkutat di dunia sepak bola sejak awal 1970-an,’’ ucap Gunarto, ketua dan sekaligus pelatih SSB Putra Kalingga.

Lulusan Putra Kalingga sudah ada yang yang jadi pemain profesional, seperti Ahmad Mahrus Bahtiar yang setelah berkostum Persijap senior merumput di Persija Jakarta dan Persiba Balikpapan.

SSB lain yang juga banyak diminati anak-anak yang mau menjadi pesepak bola adalah Putra Sabilan asal Kelurahan Demaan. Bek muda Persijap Catur Rintang yang menjadi pemain inti Persijap datang dari SSB ini. Atau, lihatlah puluhan tunas baru dari SSB Kenari Star Desa Purwogondo Kecamatan Kalinyamatan. Kenari Star yang juga memiliki klub Divisi I di bawah Persijap, dalam beberapa tahun terakhir juga menelurkan banyak pemain untuk Persijap yunior dan U-21. ”Kalau untuk mencari pemain muda di Kenari Star, rasanya mudah sekali. Tiap tahun selalu ada generasi baru,” kata Ahmad Rifai, pengurus teras Kenari Star.

Prestasi SSB Putra Mayong, juga cukup mengkilap. Tahun 2008 lalu, berhasil lolos ke putaran nasional turnamen sepak bola U-12 Piala Danone, setelah menjadi Juara Zona Jateng-DIY. Ada 161 SSB, di antaranya dimiliki perusahaan besar, dan berhasil digilas tim SSB Putra Mayong kala itu.

Kompetisi Lokal

Banyaknya pusat penggemblengan pemain sepak bola itu lebih hidup seiring dengan langkah Pengcab PSSI Jepara yang menggulirkan berbagai level kompetisi lokal dengan pembatasan usia, mulai dari anak-anak hingga remaja. Lebih dari 70 klub sepak bola menyebar di Jepara. Untuk usia 15, 17, hingga 21 tahun kompetisinya bergulir. ”Kompetisi ini mewadahi pula para lulusan SSB,” kata Edy Basuki Wihandono, pengurus Pengcab PSSI Jepara. Sebelum Ramadan, kompetisi lokal itu sudah bergulir, dan akan dilanjutkan pada September dan Oktober nanti.

Model-model pembinaan meski tidak seideal yang diharapkan itu tetap saja mampu menjadi pemacu pertumbuhan talenta-talenta baru. Saat ini pemain lokal Jepara yang masih eksis di antaranya adalah Danang Wihatmoko (Desa Dermolo), Catur Rintang (Desa Kuwasen), Noorhadi (Mayong), dan Anam Syahrul (Kelurahan Panggang). Mereka sudah langganan tampil di tim senior dalam beberapa tahun terakhir dan berkompetisi di level Indonesia Super League (ISL).

Masih ada puluhan generasi setelah pemain-pemain itu yang kini terus tumbuh. Bahkan di tim Persijap yunior, kini ada 30 muka baru hasil seleksi dari semua kecamatan di Jepara. ”Potensi pemain di Jepara itu merata, di hampir semua kecamatan,” kata Bagong Harmadi, pelatih Persijap Yunior.

Jika kondisi seperti yang ada sekarang terus terjaga, terlebih terus dipupuk, maka Jepara akan terus bisa mempertahankan kultur sepak bolanya, dan memunculkan bibit-bibit baru di masa depan. (47)
Supporter 6260568421024966170

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Follow Us


History

Official Jersey

Archive

Follow by Email