Loading...

Liburan, Suimin Tilik SSB

LIBUR latihan tim Persijap Jepara selama 10 hari, dimanfaatkan para pemain dan tim pelatih kembali ke kampung halaman masing-masing. Setelah berlaga menjamu Persib Bandung di Gelora Bumi Kartini, Sabtu lalu, mereka baru akan berlatih pada 18 Mei mendatang.

Pelatih Suimin Diharja termasuk yang mengisi liburan itu, dengan memilih kembali ke rumahnya di Medan. Walau begitu, liburan itu ia anggap tidak sekadar penyegaran, tetapi ada misi lain.

”Saya termasuk yang tidak biasa mengisi liburan dengan tanpa aktivitas. Liburan pun sebisa mungkin saya usahakan lebih bermakna, terutama terkait profesi saya sebagai pelatih,” kata pelatih kelahiran Binjai, Sumatera Utara itu, Senin (9/5). Setelah mengantarkan timnya bermain imbang 1-1 dengan Persib, pelatih berusia 55 tahun itu ke rumahnya di Jakarta, sebelum ke Medan. Ia mengurus surat tanda nomor kendaraan (STNK) yang habis masa berlakunya, kemarin.

Di sela-sela menunggu mengurus STNK itu, sore kemarin ia memilih ke lapangan Cibinong menyaksikan tim Bogor Raya berlatih. Suimin memang dekat publik Bogor karena pernah melatih Persikabo Kabupaten Bogor. ”Ya begini ini kalau liburan, mendatangi tempat-tempat latihan. Siapa tahu ada pemain bagus,” ujarnya.

Bekal Referensi

Ia menyadari kompetisi segera berakhir, dan sebagai pelatih ia mesti menyiapkan data pemain-pemain yang bisa menjadi bekal referensinya untuk musim depan. ”Sambil refreshing, bisa tambah data,” lanjutnya. Suimin yang mengaku kerasan tinggal di Jepara itu belum tahu persis masa depannya, tetapi ia merasa tertantang bisa menangani Persijap sejak awal pembentukan tim. Itu karena dia melatih Laskar Kalinyamat musim ini ketika kompetisi sudah berjalan. Ia menggantikan pelatih sebelumnya, Divaldo Alves (Portugal) yang diberhentikan. ”Ini juga sudah mulai mencari pemain yang mungkin tepat untuk musim depan.

Setelah dari Bogor, rencananya hari ini ia langsung ke Medan untuk menemui keluarganya. Di Medan, ia akan mengisi banyak waktu bersama Sekolah Sepak Bola (SSB) Generasi miliknya yang ia rintis pada 1990-an. Ada 200-an bibit pemain di SSB-nya itu saat ini, dari pemula (usia 8-12 tahun), remaja (13-16 tahun), hingga yunior (16-19 tahun). Anak-anak itu dilatih di lapangan Polonia Medan oleh beberapa pelatih yang ia bina. Striker Semen Padang Saktiawan Sinaga, adalah salah satu pemain jebolan SSB Generasi. ”Kangen sekali saya sama SSB ini,” ujarnya. (Muhammadun Sanomae-81)
Skuad 9219728700654474231

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Follow Us


History

Official Jersey

Archive

Follow by Email