Loading...

Tak Perlu Saling Menyalahkan, Mari Cari Solusi


Dari awal pembentukan tim, keraguan pecinta bola Jepara memang sudah mencuat terlebih dengan keberanian manajemen mengambil pelatih dan pemain "belum teruji di ISL" di tengah kondisi tim yang minim dana dan waktu persiapan yang relatif pendek. idealnya manajemen tidak bertaruh alias mengambil pemain atau pelatih yang telah "jadi" di ISL tentu yang sesuai dg kondisi keuangan tim. dengan demikian komponen-komponen dalam tim adalah orang-orang yg telah merasakan iklim kompetisi di ISL, sehingga mudah bagi tim untuk beradaptasi dlm kompetisi. namun berhubung ini sudah terjadi ya sudahlah, tak perlu saling menyalahkan, jelas manajemen punya pertimbangan lain waktu itu dengan maksud baik untuk Persijap.

Dengan kondisi tim yang kurang lebih 75% muka baru, maka dibutuhkan waktu adaptasi yang lebih lama apalagi para ekspatriat (non Evaldo) merupakan orang baru di kompetisi ISL yang benar-benar masih buta kompetisi kita. faktanya dalam masa persiapan Persijap, manajemen tak mampu mencari lawan tanding yang sepadan dengan Persijap, tentu imbasnya adalah kurangnya feel bertanding Persijap dan Persijap sama sekali belum merasakan atmosfer pertandingan layaknya di ISL.

Tim-tim lain di ISL, mayoritas telah beruji coba dengan tim-tim sepadan sehingga mereka bisa mendapat gambaran atmosfer pertandingan yang sesungguhnya. kita ketahui lawan pertama Persijap (PSM) adalah kontestan di Inter Island Cup, bahkan telah beruji coba dengan tim Papua Nugini, demikian pula dengan Persiba. mereka memiliki masa persiapan yang relatif lebih baik dari pada Persijap.

Faktor kekalahan dan hasil imbang Persijap kemarin harus dicermati dengan bijak, tidak mudah mengambil angka di laga perdana dari tim yang memiliki materi pemain dan pelatih jauh di atas kita (PSM) dengan persiapan yang lebih matang pula. demikian juga saat melawan Persiba, beban mental tim sangat berat mengingat hasil buruk sekaligus respon buruk suporter terhadap tim. tak mudah bukan bertanding dalam tekanan saudara sendiri??? kita bisa lihat bagaimana situasi di stadion saat itu, meski banyak dukungan tapi tak sedikit hujatan bagi mereka.

Oleh karena itu, hemat saya tak ada salahnya dua laga away Persijap dijadikan kesempatan bagi pelatih dan semua pemain untuk membuktikan kepada publik Jepara tentang kemampuan mereka. 10 hari sebelum away biarkan pelatih tetap mempersiapkan tim, setidaknya waktu 10 hari lumayan cukup untuk kembali mematangkan tim. ini lebih adil bagi kedua belah pihak, baik bagi pelatih maupun pecinta bola Jepara. rasanya tidak cukup adil menghakimi Diva hanya dengan bekal dua pertandingan dengan lawan yang menurut saya memang memiliki kekuatan di atas Persijap.

Jika pada dua pertandingan berikutnya tak membawa perubahan pada tim, maka dengan segala hormat hendaknya pelatih dengan legowo melepaskan jabatannya tanpa diminta karena barangkali pelatih belum mampu menguasai iklim sepakbola tanah air. rasanya ini lebih adil bagi Persijap.

Buat seluruh pecinta bola Jepara, salut atas kedewasaannya menghadapi krisis tim Persijap saat ini, tanpa anarkisme Persijap akan lebih maju!! biarkan Jepara tanpa kekerasan OK???!!!

***
ditulis oleh : ANONIM (diambil dari komentar berita)


semua boleh berkomentar asal dengan hati yang dingin. tak perlu saling menyalahkan, tapi ayo kita cari solusi terbaik buat Persijap. tanpa bermaksud memihak sana/sini, pun tak bermaksud melawan arus aspirasi pihak manapun, karena kita punya negara demokrasi, maka saya pun ingin sedikit mengaspirasikan isi hati saya tentang Persijap.
Supporter 3737818106232028717

Posting Komentar

  1. Smoga bisa buat pelajaran brharga buat manajemen untuk kmpetisi liga berikutnya.jgn prnh coba2 pmain/platih yg blm jelas kwalitasnya..prtahankan pmain yg bgus,klo bs kontrak 2 thn lbih pmain brkwalitas..walaupun tiket mahal,klo Persijap mainnya keren pasti penonton berjubel penuhin SGBK.. Thanks..

    BalasHapus
  2. wah diriku kedua mas...

    kita lihat saja nanti, saya kira bang ANJAR JAMBORE lebih mengerti gaya permainan Evaldo dkk...

    BalasHapus
  3. setuju Bos...

    BalasHapus
  4. tulisan yang bagus, Mas, objektif, tak sepihak.
    ditunggu tulisan-tulisan berikutnya seputar Persijap...

    BalasHapus
  5. setuju dengan yang ini, bersanding duduk bersama-sama. Semoga pelatih Diva bisa mendapatkan kesempatan lagi.

    BalasHapus
  6. sanoesi maemunah4 Oktober 2010 06.06

    persijap....oh persiijap,nasi dah jadi bubur...waktu tak bisa di putar mundur...semoga tidak makin ancur,bertahan ato degradasi kau tetap di hati...di gbk slalu ku semangati,semoga nasib kita gag kaya psms yg di bawa diva degradasi.salam sedih....

    BalasHapus
  7. Please deh bang sanusi jangan ngomong degr*d*si d sini... Kata itu ga pantas buat PERSIJAP.


    Pak manajemen tambh pemain dunk (klo msh bs n klo ad dana lho). Semoga PERSIJAP ke depan lebih baik.

    "PERSIJAP till I die"

    BalasHapus
  8. Ndok iyo noh kang..iyo ndo'o..

    BalasHapus
  9. Jng terlalu lama ambil tindakan,, kata JK "LEBIH CEPAT LEBIH BAIK" Maju Trs Persijapku.. Jepara selalu dihati, meskipun jepara jauh disana...

    BalasHapus
  10. Ohh ya, pengganti Diva siapa ya, kok g ada kejelasan..
    rekrut pelatih yg udah jadi ajalah, yg sudah mengerti nano-nano ISL... Semoga Thn Dpn Persijap masih Di ISL.. Semangat......

    BalasHapus
  11. Buat Management PERSIJAP, untuk kedepannya tolong persiapannya jangan mepet dong.
    Smentara tim laen udah persiapan n uji coba tim qta pemain aja belum terbentuk, bahkan sampai liga dimulai aja administrasi belum beres dan pemain blm bisa maen smua.

    Tolong untuk kedepannya persiapannya jgn setengah2 dong, jgn sia2kan kepercayaan kami kepada anda2 dalam mengurus PERSIJAP.

    Dengan segala hormat tolong selamatkan PERSIJAP qta tercinta ini.
    Terima kasih.

    BalasHapus
  12. MAS KITA HARUS MAU BERKORBAN DANA LEBIH SEDIKIT UNTUK BERTAHAN DI ISL TAHUN DEPAN DARIPADA HARUS DEGREDASI ,KARENA KESEMPATAN TIDAK DATANG DUAKALI ,KALAU SUDAH DEGREDASI UNTUK NAIK LEVEL DIBUTUHKAN DANA YANG LEBIH BESAR LAGI, MARI KITA PIKIRKAN MASA DEPAN PERSIJAP.....

    BalasHapus
  13. Amin jetman :

    harusnya suporter mengerti.. Jujur q jg sangat kcwa dan pengen ngamuk... Tp beri ksmpatanlah Diva 2-3 laga trutma 2 tandang siapa tau hasil bgs. Siapa tau kdpn malah berkmbang. Tp kalo gak kmbang silahkang buang diva. Eman2 450jt...

    BalasHapus
  14. ayooo maju terusss

    BalasHapus
  15. piye nasibe persijap... maen neng malang kudu menang...

    BalasHapus
  16. sebagai penonton kita hanya bisa menonton persijap berlaga... akan tetapi kita menaruh harapan besan pada management dan tim....

    dan sebagai penonton kita memang harus memperlihatkan kedewasaan dengan memberi komentar berdasarkan realitas dan fakta melalui media yang ada.. tanpa adanya suatu kekerasan ..

    karena kekerasan akan menimbulkan kekerasan diwaktu berikutnya yang mengakibatkan kerugian yang lebih besar dari pada pembentukan tim yang besar..

    BalasHapus
  17. Pokoknya tandang ke malang minimal membawa plng, 3 point. klo tidak membawa sma sekali, berarti diva tidak patut di pertahankan.

    BalasHapus
  18. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  19. tak kira 450juta tidak sebanding dengan masa depan PERSIJAP,ibarat kita berJUDI EMAN2 450juta tapi kita harus kehilangan momentum terbaik untuk menata ulang dan mempersiapkan PERSIJAP.lebih celaka lagi dengan pertaruhan 450juta kita jatuh kejurang Degradasi,ini yang patut dijadikan pertimbangan kembali BUAT KITA SEMUA TERMASUK MANAJEMEN.
    sekarang belum terlambat,masa penutupan transfer pemain belum diTUTUP kta masih bisa cari ganti untuk pemain yang KURANG GREGET ataupun YANG TIDAK LAYAK untuk pelatih pun demikian.
    2 kali bertanding sudah lebih dari cukup untuk mengukur kesiapan dan sejauh mana pemain dan pelatih mampu,DIVA, GUTI & JAVIER tidak jelek hanya tdak COCOK DENGAN KARAKTER PERSIJAP.jadi lebih baik diGANTI SAJA itu lebih baik,dari pada mempertaruhkan SESUATU YANG LEBIH BERHARGA ISL.

    BalasHapus
  20. Semua memang butuh proses, tapi terlalu banyak proses tidak ada artinya setelah kompetisi bergulir. Ini pelajaran berharga buat kita semua pecinta Persijap. Mo pelatih lokal maupun luar yang penting kualitasnya. Ya jangan salahkan anggaran yang minim, kita contoh Arema musim lalu dari Zero ke Hero. YANG PENTING SUPORTER PERSIJAP TETAP DAMAI, NO ANARKHI, NO TAWURAN.....
    JANGAN MENYERAH PERSIJAP!!! masih ada waktu buat mengejar ketertinggalan.

    BalasHapus
  21. Setuju Mas Banyugeni28 semuanya butuh PROSES....cara INSTANT bisa riskan..laga awal ini menurut saya PROSES membentuk karakter PERSIJAP dengan materi yang sebagian besar baru...dengan waktu yang tersisa semoga dua laga tandang bisa mendapatkan point....dan memberikan semangat untuk laga-laga berikutnya...musim lalu persipura terseok di awal dan PSM juga terseok tapi di Putaran kedua mendongkrak kali Persib, Sriwijaya juga belum beruntung....Semangat PERSIJAPKU....

    BalasHapus
  22. Hiyo2 ko jatim sok tak gw poin seng akeh. Jokwatir. Seng penting kwe pdo rukun.

    BalasHapus
  23. riank banaspati5 Oktober 2010 16.46

    jangan salahkan smwa pada diva.....
    memang 2 laga awal kita buruk buruk sekali,, tp ni smwa nukan akir dr sgalana....
    kita masih bisa bangkit....
    .
    .
    kalau emng kita pendukung sejati persijap
    mari kita dukung sampai detik trkr..
    ku tunggu kebangkitanmu PERSIJAP

    BalasHapus

emo-but-icon

Beranda item

Follow Us


History

Official Jersey

Archive

Follow by Email