Loading...

Lolos Degradasi

JEPARA - Akhirnya tim Persijap bisa tersenyum menjelang akhir kompetisi Djarum Indonesia Super League (ISL) musim 2009-2010. Hal itu setelah dalam pertandingan kandang terakhirnya kemarin, tim Laskar Kalinyamat mampu memetik kemenangan 1-0 (1-0) atas tamunya PSPS Pekanbaru.

Kemenangan itu sekaligus memastikan tim kebanggaan warga Jepara ini terhindar dari zona degradasi. Tambahan tiga angka menjadikan Persijap saat ini menempati posisi 10 dengan poin 43 dari 32 kali bertanding.

Di pertandingan kemarin, gol semata wayang Persijap dicetak oleh Eki Nurhakim pada menit ke-25. Eks striker Sriwijaya FC Palembang itu memanfaatkan bola crossing dari Mahrus Bachtiar yang menusuk dari sisi kiri pertahanan PSPS.

Sejak kickoff babak pertama, Persijap langsung mengambil inisiatif menyerang. Melalui kedua sayapnya, Isdiantono dan Nurul Huda, bola-bola crossing itu dikirim ke depan gawang PSPS yang dijaga Fance Hariyanto. Namun beberapa kali mantan kiper Persijap itu berhasil menggagalkan bola-bola crossing.

PSPS yang mengandalkan kemampuan individu dari bomber asal Kamerun, Herman Dzumafo Epandi, juga sering merepotkan barisan pertahanan Persijap. Dia bahkan sempat berhasil melewati empat sampai lima pemain dan mengancam gawang Laskar Kalinyamat yang kembali dijaga kiper utama Danang Wihatmoko.

Beruntung, trio pemain belakang Persijap, Mahrus Bachtiar, Evaldo, dan Kasiadi, bermain sangat disiplin. Kasiadi bahkan selalu menempel ketat setiap pergerakan Dzumafo, ke mana pun dia bergerak. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, serangan PSPS semakin gencar, setelah pelatih Abdul Rahman Gurning memasukkan Josh James Maguire menggantikan Rusdiyanto. Namun beberapa shooting ke arah gawang Persijap masih belum mampu menjebol gawang Danang Wihatmoko.

Kiper kelahiran Jepara ini tercatat empat kali mampu menepis bola yang mengarah ke arah gawang. Danang juga kembali mengalami cedera setiap kali terjatuh saat menangkap bola. Namun untuk kali ini kiper berusia 28 tahun ini tetap bertahan hingga pertandingan usai.

Di babak kedua Persijap yang tampak mengalami banyak tekanan juga masih mempunyai sejumlah peluang. Tembakan salto Eki yang mendapatkan umpan crossing dari Nurul Huda hampir saja menjebol gawang PSPS untuk kedua kalinya jika tidak membentur mistar gawang.Pablo Frances juga mempunyai satu peluang emas lewat aksi permainan satu dua dengan Johan Juansyah, namun bola masih bisa ditangkap oleh Fance Hariyanto. Kiper PSPS ini juga harus berjibaku dengan para striker Persijap untuk menggagalkan serangan.

Walau saling serang antara kedua tim terjadi di babak kedua, namun skor tetap tidak berubah. Tiga angka absolut tetap menjadi milik tuan rumah Persijap.

Kemenangan itu disambut suka cita oleh belasan ribu suporter Persijap yang hadir di Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK). Hasil maksimal yang telah diperagakan Evaldo dkk menjadi suguhan terindah di pertandingan kandang terakhir ISL musim ini.

Pelatih Persijap Junaidi juga tampak lega dengan kemenangannya itu. ''Kami bersyukur bisa menang. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para suporter, baik Banaspati maupun Jetman, yang selama ini telah memberikan dukungan kepada kami," katanya saat konferensi pers sehabis pertandingan.

Tambahan tiga angka itu menurut Junaidi telah memastikan Persijap untuk lepas dari zona degradasi. ''Itung-itungan matematis kita sudah terhindar dari degradasi. Sebab empat rival kita, yakni Persebaya Surabaya, Persik Kediri, Bontang FC dan Persisam Samarinda masih akan saling bertemu di pertandingan terakhir. Jadi yang akan tergedradasi ya mereka yang kalah itu," tambahnya.

Di kubu PSPS, manajer tim Dastrayani Bibra mengaku timnya kalah dalam duel bola-bola atas. Beberapa peluang Persijap juga tercipta melalui crossing bola atas dari kedua sayapnya. ''Kami kalah di duel bola atas. Di samping itu pertahanan Persijap juga sangat disiplin," pungkasnya. (cw5/aji)
Super Liga 7119774870980559168

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Follow Us


History

Official Jersey

Archive

Follow by Email