Loading...

Danang Wihatmoko, Andalan di Bawah Mistar Persijap Jepara



Selama Masih Bisa Berdiri, Siap Tampil Membela Tim

Bermain di klub besar dengan gaji tinggi bisa jadi adalah cita-cita banyak pemain sepak bola. Tapi, tidak demikian Danang Wihatmoko. Dia sudah cukup puas menjadi penggawa Persijap Jepara.

GANANG ROSYIDI, Jepara

---

KARIR gemilang Danang Wihatmoko tak bisa dilepaskan dari sentuhan dua sosok pelatih. Yakni, Yudhi Sur­yata dan Rudi Keltjes. Yudhi lah yang merekrut Danang ke skuad Persijap Junior. Setelah itu, Danang melanglang ke luar daerah sebelum kemudian kembali ke Laskar Kalinyamat, julukan Persijap.

Di bawah gemblengan Rudi Keltjes, men­tal Danang menjadi tangguh. Dia pun menjelma menjadi pemain yang ma­tang di bawah mistar. Mulai menjadi kiper pelapis hingga kini menjadi pi­lihan nomor satu.

Danang mempunyai talenta menjinakkan si kulit bundar sejak kecil. Hal itu tak lepas dari peran ayahnya, Sujarwo, yang notabene adalah kiper Persijap Junior pada era 1980.

Musim demi musim berganti. Performa Danang semakin mantap. Pemain kelahiran Jepara, 7 Mei 1982, itu pun tak tergantikan sebagai penjaga gawang utama Persijap.

Para pengamat sepak bola menilai, kiper produk asli Jepara tersebut layak meramaikan bursa penjaga gawang timnas. Danang pun menyatakan siap, andai diberi kesempatan untuk mengawal gawang Tim Merah Putih. Hanya, saat ini dia sudah merasa enjoy bermain di Persijap. "Namanya tugas membawa nama baik negara ya siap saja. Siapa takut," katanya.

Menurut dia, bermain membawa nama negara adalah sebuah kebanggaan. Pasca lengsernya kiper timnas asal Jepara Haryanto, sampai saat ini belum ada pemain asal Kota Ukir yang masuk skuad Merah Putih. Bagi Danang, dipercaya membela timnas adalah sebuah kebanggaan. Tim pelatih Persijap tak pernah lelah memotivasi Danang. Mereka pun berharap Danang suatu ketika bisa masuk timnas.

"Setiap kiper pasti pernah mengalami gol yang aneh. Seharusnya bisa diamankan, tapi lolos. Begitu juga Danang. Kendati demkian, dia adalah pilihan terbaik Persijap untuk saat ini," kata Anjar Jambore Widodo, asisten pelatih Persijap.

Menurut Danang, tugas seorang kiper tidak mudah. Dia adalah orang terakhir yang bertanggung jawab mengamankan gawang. Tugas berat itu dijalankan Danang dengan maksimal. Setidaknya, dia merupakan salah satu kiper yang tidak sering kebobolan di pentas Indonesia Super League (ISL) musim ini.

Di Persijap, Danang merupakan pemain yang paling sering bermain musim ini. Pada putaran pertama, dia hanya sekali absen. Itu pun akibat akumulasi kartu kuning saat melawan Persiwa Wamena. Danang juga hanya sekali tidak bermain penuh. Yakni, saat meladeni tuan rumah Persib Bandung. Musim lalu, Danang juga hanya absen di satu pertandingan.

''Kalau masih bisa berdiri, saya akan tetap tampil di lapangan membela tim. Tidak ada alasan bagi saya untuk duduk di bangku cadangan, kecuali akibat akumulasi kartu. Saya tak pernah mengeluhkan kondisi fisik, jika tidak sakit parah,'' urainya.

Danang menyiapkan anaknya, Andrean Wibed Setiawan, 6, sebagai kiper masa depan. "Anak saya mulai berlatih sepak bola. Kelihatannya akan mengikuti jejak saya sebagai kiper. Dia minta dibelikan kaus tangan," katanya. (*/ca)
Skuad 2184941750076773871

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Follow Us


History

Official Jersey

Archive

Follow by Email