Loading...

Tetap Maksimalkan Tiga Striker

JEPARA - Hingga laga kelima versus Persisam 1 November lalu, lini depan Persijap masih menyisakan persoalan tersendiri. Dari enam gol yang telah dilesakkan Laskar Kalinyamat, hanya tiga yang merupakan produksi striker, yakni ketika Noor Hadi mencetak hat-trick ke gawang Persitara di laga kedua.

Kondisi ini membuat pelatih Junaedi mengubah formasi timnya, terutama untuk barisan penyerang. Sergio Junior yang sebelumnya diplot sebagai gelandang pada tiga pertandingan terakhir mulai didorong ke depan mendampingi duet Pablo Frances dan Noor Huda.

Namun, strategi ini tidak berjalan sesuai skenario. Pemicunya, lini tengah Persijap menjadi timpang. Bona Simanjuntak belum mampu tampil maksimal mengimbangi kinerja gelandang lainnya Donny Fernando Siregar. Kontribusi Sergio Junior juga kurang terlihat karena pemain asal Brazil tersebut harus sering turun membantu lapangan tengah.

Kini, setelah Phaitoon kembali bergabung, formasi 3-4-3 akan lebih dimaksimalkan. Kolaborasi Sergio Junior, Pablo Frances, dan Noor Hadi diharapkan semakin tajam pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

"Pelatih mengerti betul kondisi tim, termasuk masih tumpulnya lini depan. Untuk itulah, formasi awal 3-5-2 mulai digeser ke skema 3-4-3 dengan tiga penyerang sekaligus. Kami berharap, format baru ini membuat lini depan Persijap lebih tajam," kata Asisten Pelatih Persijap Anjar Jambore Widodo.

Dia mengakui, kehadiran Phaitoon di lini tengah membuat timnya semakin solid. Bukti terkini adalah saat Persijap menjamu Persisam. Dari segi hasil akhir, memang tidak sesuai harapan karena hanya mampu bermain imbang 1-1. Akan tetapi, secara keseluruhan permainan tim mengalami peningkatan. Satu lagi, Sergio Junior mulai menunjukkan ketajamannya dengan menyumbang satu-satunya gol Persijap pada laga tersebut.

Disinggung mengenai adanya rotasi pemain di posisi striker, Anjar menegaskan hal itu sulit dilakukan. Pablo dan Noor Hadi akan tetap menjadi pilihan utama. Mengingat, kemampuan striker lainnya, yakni Eki Nurhakim dan Iswanto masih di bawah dua pemain itu.

"Satu-satunya cara adalah dengan mendorong Sergio lebih ke depan. Meski demikian, bukan berarti tenaga Eki Nurhakim dan Iswanto tidak dibutuhkan. Keberadaan pemain ini juga sangat vital di tim. Saat salah satu pemain depan tidak dapat bermain karena cedera atau akumulasi kartu, maka mereka harus mampu menjawab kepercayaan yang diberikan pelatih," tambah Anjar.

Jika lini depan masih menyisakan masalah, tidak demikian dengan barisan pertahanan Persijap. Tiga pemain yang diplot di belakang yakni Evaldo Silva de Assis, Ferly La'ala, dan Ahmad Machrus Bahtiar sejauh ini mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Sejak laga pertama hingga pertandingan kelima baru kebobolan satu gol.

"Untuk lini belakang, para pemain mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Sedangkan lini depan akan terus kami genjot agar lebih tajam. Salah satunya adalah materi latihan usai libur ini akan diperbanyak pada finishing touch," terangnya.

Terkait Pablo Frances yang belum mencetak satu golpun, kami melihat ini lebih disebabkan karena faktor keberuntungan belum berpihak kepadanya. Sebab, beberapa kali legiun asing berpaspor Argentina mampu menciptakan peluang di depan gawang. Namun, karena kurang tenanganya dalam menyelesaikan peluang serta faktor keberuntungan menjadikan Pablo masih mandul.

"Saat ini, yang dibutuhkan Pablo adalah dukungan dari rekan-rekan lainnya. Kami yakin, dia akan segera menemukan permainan terbaiknya dan mencetak gol demi gol untuk Persijap," tandas Anjar, Rabu (4/11/2009). (van)
Super Liga 662165505516510201

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Follow Us


History

Official Jersey

Archive

Follow by Email