Loading...

Menang Terus, Persijap Belum Memuaskan

JEPARAHasil positif yang didapat dalam laga kandang tak membuat Junaedi, arsitek Persijap Jepara jumawa. Menurutnya, perbaikan di segala lini masih harus dilakukan.

Ia pun mengaku masih harus memutar otak untuk membenahi sejumlah kelemahan tersebut. Pada dua laga, Noor Hadi cs melumat Pelita Jaya 1-0, kemudian mempermalukan Persitara Jakarta Utara 3-0.

Untuk sementara Persijap berada di posisi 2 klasemen sementara Liga Super Indonesia (ISL). Prestasi ini belum terjadi sebelumnya. Hebatnya lagi, Persijap belum pernah kebobolan dalam dua pertandingan.

“Secara umum, sudah sepatutnya saya berterima kasih kepada pemain karena mereka sudah bekerja maksimal. Apalagi dengan persiapan singkat (sebulan), mereka sudah diharuskan mengikuti kompetisi. Waktu sebulan pun tidak bisa berjalan efektif lantaran ada bulan puasa. Uji coba sendiri hanya kami lakukan sebanyak dua kali dengan Persiku Kudus dan Pro Duta Yogyakarta. Dalam dua kali uji coba tersebut, anak-anak kurang mendapat ujian sesungguhnya karena lawannya tim Divisi Utama,” terang Junaedi kepada GOSport.

Sejumlah kelemahan yang dimiliki Persijap, kata Junaedi, terjadi pada semua lini. Untuk posisi kiper walau belum pernah kebobolan, Danang Wihatmoko masih perlu polesan. Ia terkadang terlalu berani untuk mengambil keputusan yang menimbulkan risiko tinggi.

Lalu, lini belakang yang diperankan Ferly La’ala, Evaldo Da Siva dan M Bachtiar masih kurang koordinasi. Mereka belum bisa saling mengisi.

Ketika terjadi duel satu lawan satu, tak ada pemain yang melapis di belakang. Ketiganya terkadang ikut terpancing untuk naik. Seharusnya mereka cukup sampai di garis tengah jika mau ikut membantu penyerangan. Jika tidak, risikonya sangat tinggi.

Lini Tengah Apik

Yang agak lumayan adalah sektor tengah. Isdiyantono, Nurul Huda, Dony Siregar, Bona Simanjuntak dan Junior tampil apik. Empat gol yang diperoleh Persijap dalam dua laga awal terjadi dari kreasi lini kedua.

Sedangkan lini depan yang diperankan Noor Hadi dengan Pablo Alejandro Frances masih kurang padu. Ini lantaran kurangnya saling pengertian antara keduanya.

Pergerakan keduanya, khususnya Frances, tidak efektif. Akibatnya, skema yang dibuat Junaedi tidak jalan. Frances, kata Junaedi tak segesit dan sepintar musim lalu. Ini akibat bentuk badan Frances kian gemuk.

Akibatnya daya tahan pemain asal Argentina ini tidak sebagus musim lalu. Untuk mengatasi kegemukan Frances dianjurkan untuk melakukan latihan ekstra, seperti fitnes tiga kali dalam sehari.

Khusus untuk pencetak hattrick ke gawang Persitara: Noor Hadi, Junaedi berpesan agar tidak mudah cepat puas. Kompetisi masih panjang. Itu artinya tantangan yang didapat saat ini baru awal. Dan, tantangan di luar kandang jauh berat.

Laskar Kalinyamat akan memulai laga tandang pada 24 Oktober 2009 ke Pekanbaru, markas PSPS. Dalam tur pertama mendatang, Junaedi hanya membawa 18 pemain karena hanya melakoni satu pertandingan.

Dalam jadwal awal, seharusnya Persijap dijamu Persija Jakarta pada 21 Oktober 2009. Namun, jadwalnya diundur karena tidak mendapat izin keramaian dari pihak Polda Metro Jaya.

Laporan: Daniel Siahaan/GOSport (vivanews)
Super Liga 9182765728982597860

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Follow Us


History

Official Jersey

Archive