Loading...

Negosiasi Wajah Baru Lancar

JEPARA - Negosiasi yang dilakukan manajemen Persijap terhadap wajah-wajah baru relatif lancar. Tiga orang menambah daftar pemain yang bersedia bergabung. Mereka adalah Sergio Junior, Ilham Hasan dan Bona Simanjutak.

Namun, manajemen dihadapkan pada pekerjaan besar, yakni bagaimana mempertahakan Evaldo, Pablo Frances dan Phaitoon Thiabma.
Kepastian bergabungnya Junior dikatakan Manajer Edy Sujatmiko. ”Sudah ada kesepakatan kontrak satu musim. Junior mulai resmi berlatih besok,” katanya, kemarin.

Pemain itu musim lalu menjadi gelandang serang andalan Deltras, yang datang lewat agen Indobola Mandiri Jakarta. Kesepakatan dengan Junior lebih cepat dibanding negosiasi dengan Ilham Hasan dan Bona yang baru selesai Sabtu malam.

Pada musim lalu Ilham juga bermain untuk ”Laskar Kalinyamat”. Dia berperan sebagai striker. Sedangkan Bona Simanjutak, mantan pemain Persikabo Kabupaten Bogor akan mengisi lini tengah.

Mantan kapten tim Evaldo siap menjalani negosiasi dengan manajemen, pekan ini. Dia siap datang ke Gelora Bumi Kartini, sore ini.

Bisa Dijangkau

Edy berharap negosiasi dengan bek asal Brasil itu berjalan lancar. ”Kami berharap nilai kontraknya masih dalam jangkauan kami,” kata Edy. Hal yang sama juga dilontarkan untuk striker Pablo yang akan datang pada 11 September, serta Phaitoon Thiabma yang belum jelas kedatangannya.

Kepada Suara Merdeka, Phaitoon mengatakan belum menutup diri untuk datang ke Jepara. ”Saya pasti akan memberi kejelasan. Tapi untuk sekarang peluang untuk ke Jepara masih 50 persen,” ujar Phaitoon melalui pesan singkat dari Thailand, kemarin. Dia terkendala masa kontraknya bersama FC Osotspa yang baru berakhir 16 Oktober, sedangkan Persijap terakhir mendaftarkan pemain pada 25 September.

”Untuk keluar dari Osotspa, saya harus bicara dengan pelatih dan presiden klub,” lanjut Phaitoon yang mengaku sangat menikmati Liga Thailand bersama klub yang membesarkannya itu.

Pembina Persijap Hendro Martojo mendorong manajemen Persijap untuk terus berkreasi menggalang dana, karena alokasi dari APBD terbatas. Kemungkinan tak lebih dari Rp 5 miliar.

Hendro yang juga bupati Jepara mengatakan, keterbatasan itu karena pemkab memperhitungkan pembiayaan di sektor lain yang juga mendesak.
”Kenaikan gaji pegawai dan belanja langsung sektor pertanian, pendidikan, serta kelautan membuat kami harus menjaga keseimbangan anggaran,” kata Hendro. (H15-22)
Skuad 5603809075975522395

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Follow Us


History

Official Jersey

Archive