Loading...

Laga Paling Ketat bagi Rahmad

JEPARA- Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan menyebut pertandingan melawan tuan rumah Persijap Jepara, kemarin, sebagai laga yang menarik. Dia bahkan mengakui laga di Stadion Gelora Bumi Kartini itu merupakan yang terketat di antara enam laga putaran kedua Djarum Indonesia Super League (ISL) yang dijalani anak-anak asuhannya.

’’Kami mendapat perlawanan luar biasa dari Persijap. Ini laga paling ketat dan terbaik. Inilah permainan sepak bola yang sangat menarik,’’ katanya seusai pertandingan.

Dia sudah menduga jika tuan rumah yang mengandalkan kolektivitas sangat berbahaya. Sriwijaya beruntung karena mereka mengendalikan permainan pada menit-menit awal.

Masuknya Johan Juansyah di kubu Persijap pada pertengahan babak pertama diakui Rahmad menjadi titik balik yang menentukan. Sejak saat itu, timnya kedodoran dan sering salah mengantisipasi serangan.

Mantan pelatih Persija Jakarta itu menyatakan salah menerka formasi belakang tuan rumah. Sebelumnya pelatih Persijap Junadi diprediksi hanya bakal memainkan tiga pemain belakang. ’’Ternyata mereka memainkan empat bek setelah tertinggal. Itu lebih menyulitkan kami,’’ lanjutnya.

Hasil imbang itu menghambat laju Laskar Wong Kito untuk bersaing dengan Persipura Jayapura di posisi teratas klasemen sementara. Sriwijaya kini terpaut lima poin di belakang Persipura.

Dukungan Tifosi
Kapten Persijap Evaldo memuji dukungan dari suporter fanatik di Gelora Bumi Kartini. Stadion memang tak berhenti bergemuruh sejak kick off. Bahkan saat tim kebanggaan mereka tertinggal 0-2, yel-yel penambah semangat terus dinyanyikan. ’’Saat kami tertinggal, penonton terus mendukung kami. Itu memberi kami semangat ekstra,’’ ujar Evaldo.

Kemarin, Gelora Bumi Kartini disesaki penonton. Sebagian di antaranya berdiri di tribune tertutup. Sebelum kick off penonton sulit masuk karena kapasitas sudah penuh. Pintu sebelah utara bahkan jebol karena banyak suporter yang belum tertampung.

Asisten pelatih Persijap Darma Widodo mengakui timnya kecolongan lagi pada menit-menit awal. Dia merasa beruntung karena Evaldo cs cepat mengambil kendali.

’’Secara individu, kualitas pemain Sriwijaya di atas pemain kami. Namun organisasi tim kami bekerja bagus, terutama di babak kedua. Sayangnya banyak peluang gol terlewatkan,’’ ungkap Widodo.

Dalam laga itu, Ilham Hasan cedera paha kiri setelah bertabrakan dengan Isnan Ali pada menit 60. Ilham pun ditarik keluar digantikan Isdiantono.
Dalam dua pertandingan terakhir, Ilham tampil bagus dengan mempersembahkan dua gol pada dua pertandingan terakhir. Masa istirahat cukup panjang menghadapi laga berikutnya memungkinkan Ilham memulihkan kondisi.(H15,kar,J4-78)
Supporter 1480557846708728902

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Follow Us


History

Official Jersey

Archive