Loading...

In Memoriam Bang Jun; Ingin Kumpulkan Evaldo Cs dalam Satu Tim

"RENCANA dekat ini, aku punya dua harapan. Satu yang terpenting, ingin menikahkan anakku dan yang kedua ingin kembali melatih Persijap. Tapi, itu semua aku kembalikan sama Tuhan, kalau memang aku jodoh ke Jepara, pasti aku kembali. Keluarga sudah oke semua."

ITULAH perbincangan terakhir saya dengan Junaidi, pelatih Persis Solo yang berlaga di Divisi Utama Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) pada akhir Juni lalu, di dalam mobil. Dia berkeinginan menikahkan putrinya Juana Marshellyta yang kini berusia 22 tahun dengan Yogi Alfian. Keduanya telah menjalin kasih selama enam tahun. Usai menikahkan Juana dan Yogi, pelatih tambun itu ingin kembali ke Kota Ukir.
"Aku sudah dihubungi salah satu pengurus. Katanya musim depan pengurusnya ganti semua," lanjutnya saat berbincang di dalam mobil.

Rencananya, seandainya kembali melatih Skuad Merah-Merah, Junaidi akan merekrut kembali Il Capitano Evaldo Silva, Donny Siregar, Pablo Frances, dan Johan Juansyah. Dia juga menginginkan jasa Phaitoon Thiabma untuk memperkuat skuad intinya.
"Ya, keinginan itu pasti ada lah. Tapi kita lihat besok, kompetisi formatnya seperti apa, apakah boleh pakai pemain asing. Kalau aku dengan keluarga sudah siap kembali ke Jepara," tuturnya dengan semangat.

Tak disangka, itulah diskusi terakhir saya dengan pelatih yang sangat saya hormati. Pada Minggu (15/7) sore, SMS yang masuk ke ponsel memberitahukan kalau sosok yang akrab dengan siapa pun itu telah meninggal karena serangan jantung saat bersama Balikpapan All Stars. Setengah tak percaya, tapi itu kenyataan.

Sebelum Bang Jun atau Bos Jun, biasa saya memanggilnya, pamitan meninggalkan Solo, dia berkesempatan mengajak makan malam bersama mantan anak asuhnya Donny Siregar di salah satu restoran di Solo. Saat itu Persis esok harinya akan berlaga kontra PSIS Semarang. Donny dengan Bang Jun, sudah sangat akrab. Bahkan kedua orang yang duduk di depan saya itu seperti anak dan bapak.

Bagi Donny, Bang Jun adalah pelatih disiplin dan tegas. Tidak memiliki anak emas di satu tim. Karakter tim yang dibesutnya sangat tampak terlihat. Penjabaran tersebut tergambar saat dua musim Laskar Kalinyamat melambung ke pentas Indonesia Super League (ISL) dan Piala Indonesia. Evaldo cs nyaris saja menjadi juara Piala Indonesia. Persoalan internal tim, membuat motivasi terpecah dan akhirnya harus puas di peringkat keempat. Striker Pablo Frances yang baru merumput di Indonesia dinobatkan sebagai top scorer bersama Samsul Arief dari Persibo Bojonegoro.

Canggung

Saat keluar dari tim Persijap dan diminta menukangi Persiba Balikpapan, ayah tiga anak ini sebenarnya canggung. Di hati kecilnya, masih setia dengan Persijap. Namun, karena permintaan salah satu pengurus Tim Beruang Madu, akhirnya dia pun luluh.

Di tim ini, sepak terjang cemerlangnya bersama Persijap luluh lantak. Setengah musim diberhentikan karena dinilai gagal memenuhi ekspektasi pengurus. "Banyak masalah di tubuh Persiba. Manajemen campur tangan untuk menentukan skuad. Hal ini berbeda saat saya di Jepara. Manajemen percaya penuh dengan racikanku," keluhnya kala itu kepada saya.

Setengah musim tanpa klub, dia pun bingung. "Kalau musim depan aku tidak pegang tim, lebih baik jadi sopir angkot saja untuk memenuhi kebutuhan keluarga."
Setengah musim yang berat bagi pengidola nomor 89 tersebut. Dia begitu putus asa dan hampir saja menenggelamkan namanya. Beruntung, Persis melihat potensinya. Kontrak pun disepakati, dan BJ membesut Laskar Sambernyawa.

Usai kompetisi, dia pun kembali kecewa. Tim yang di awal musim ditargetkan lolos ke kasta tertinggi, akhirnya gagal. "Targetnya meleset. Tapi, kita sudah kerja keras sepanjang musim."

Malam sebelum berangkat ke Balikpapan dan perpisahan dengan pasukannya di Solo, Bang Jun mengatakan usai kompetisi musim 2011/2012, dia ingin istirahat total. "Aku mau pulihkan kesehatan dulu. Dada ini sesak terus kalau mau napas. Ada waktu tiga atau empat bulan untuk rehat pulihkan kondisi." tandasnya sembari mengisap rokok putih.

Di sela perbincangan itu, dia kembali menyampaikan keinginannya membesut Persijap. Baginya, Persijap sudah mendarah daging serta tertanam di hatinya. Sebelum melatih Tim Kota Ukir, nama Junaidi hanyalah asisten pelatih di Persiba.
"Persijap memberikan kepercayaan dan kesempatan aku untuk menjadi pelatih kepala. Keluarga pun senang tinggal di Jepara."

Tapi, keinginan dan mimpi itu belum menjadi kenyataan. Bang Jun, yang sangat dicintai pemain, suporter baik Banaspati-Jetman, Pasoepati serta pemain nasional lainnya, telah berpulang. Kerja keras, keakraban serta kedisiplinannya masih terasa hingga kini.

Selamat jalan Bos, semoga amal ibadahmu diterima di sisiNya...

Oleh : Seorang sahabat Bang Jun dan Persijapmania
Supporter 3497465722251176642

Posting Komentar

  1. kapan lagi ada pelatih seperti iti...?

    BalasHapus
  2. pelatih mantap yang bertengger di jepara ..

    BalasHapus
  3. Siapa saja yang pernah Berjuang bersama Persijap,, Tak akan pernah bisa melupakan Team ini,, Karena team Persijap adalah Team satu keluarga dari berbagai golongan,, itu dulu,,, kalo sekarang????????

    BalasHapus
  4. jujur ae lah, pengen nangis wkt denger BANG JUN meninggal. setengah g' p'caya. padahal selama jd warga JEPARA dan pendukung PERSIJAP, bukan pablo, evaldo ataupun doni yang saya kagumi, melainkan BANG JUN. sosok pelatih yang bs dibilang sederhana, akrab dengan pemain, punya beberapa stock formasi, dan yang paling kelihatan adalah mampu membawa PERSIJAP sebagai tim yang di segani tim lawan, dan tangguh di kandang sendiri. tp apa boleh buat, umur cm ALLAH SWT yang tau.

    BalasHapus
  5. slamat jalan bang jun....

    BalasHapus
  6. semoga slalu dpt limpahanan rahmat dan hidayah bagi keluarga yg ditinggalkan

    BalasHapus
  7. Selamat jalan Bang jun

    BalasHapus

emo-but-icon

Beranda item

Follow Us


History

Official Jersey

Archive

Follow by Email