Loading...

Evaldo cs Tertolong Suporter

JEPARA - Dukungan suporter yang menghentak ketika pertandingan sudah berjalan 79 menit, membangkitkan semangat Persijap Jepara tatkala menjamu Sriwijaya FC dalam laga Djarum Indonesia Super League di Stadion Gelora Bumi Kartini, Kamis (1/4).

Letupan motivasi suporter dari seluruh penjuru stadion akhirnya mengangkat performa Evaldo cs setelah sebelumya lesu darah dan membosankan.

Hasilnya, menit ke-81 serangan bertubi ke jantung pertahanan Sriwijaya FC itu melahirkan gol balasan Persijap lewat sundulan Pablo Frances. Gol itu menyelamatkan muka Laskar Kalinyamat dari kekalahan setelah tertinggal skor lebih dulu sejak menit 17 melalui kaki striker Sriwijaya FC asal Uzbekistan Pavel Solomin.

’’Jujur saja, pertahanan tim kami banyak tertekan di 10 menit terakhir. Persijap tiba-tiba tampil cepat setelah datang dukungan luar biasa dari suporter,’’ kata Rahmad Darmawan, pelatih Sriwijaya FC saat konferensi pers.

Ia jujur mengakui sebelum suporter membangkitkan motivasi lalu Persijap mencetak gol, dirinya sudah berpikir akan bisa menang. Strateginya memasukkan bek Ambrizal pada menit ke-80 menggantikan gelandang Ponaryo Astaman adalah untuk mengamankan keunggulan.

’’Terkesan tidak masuk akal. Kami memiliki banyak peluang bagus, tetapi hanya satu yang gol. Tim lawan juga ada beberapa peluang yang secara matematis lebih mungkin menjadi gol, tetapi gagal. Gol Persijap justru lahir dari cara yang menurut saya sulit untuk menjadi gol,’’ papar Rahmad.

Paling Eksplosif

Gol Laskar Kalinyamat itu lahir dari sundulan Pablo memapaki umpan Nurul Huda. Ia ada dalam posisi tepat dan mengalahkan dua bek Sriwijaya FC Pecious dan Charis Yulianto dalam duel udara. Kiper Ferry Rotinsulu tak kuasa menjangkau bola yang masuk ke pojok gawangnya.

Selama dua menit sebelum gol itu adalah masa paling eksplosif dari Tim Kota Ukir dalam menekan dan melahirkan sejumlah peluang, termasuk dari kaki Pablo yang terbilang peluang emas. Gol itu adalah yang ke-11 buat Pablo musim ini.

Hentakan dukungan itu suporter itu datang karena mereka tak mau menyaksikan timnya tumbang di kandang. Ketua Umum Banaspati Ali Anggoro dan salah satu punggawa Jetman Nur Azis sama-sama menyatakan pertandingan berjalan sangat lamban dan tak enak ditonton.

Menurut mereka tim Persijap tak boleh mengulangi gaya bermain seperti itu pada saat membutuhkan banyak tambahan poin agar dari degradasi. Tetapi mereka memuji kebangkitan Evaldo cs setidaknya pada 10 menit terakhir yang menghasilkan gol balasan dan melahirkan sejumlah peluang.

Pelatih Persijap Junaidi tak bisa menurunkan kiper utama Danang Wihatmoko karena hingga pagi sebelum pertandingan cederanya dinyatakan belum pulih betul. Ia memasang kiper Muhammad Syahbani sepanjang laga.

Gol Sriwijaya FC itu lahir melalui umpan diagonal Keith Kayamba Gumbs ke Solomin yang bebas dan tanpa kesulitan membidikkan bola ke gawang. Gol itu berimbas pada menurunnya performa tim dan pada saat bersamaan sejak gol itu, setidaknya sampai pertengahan babak kedua fans Persijap juga lebih banyak bungkam. (H15,J4,kar-28)
Super Liga 3983774595035840850

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Follow Us


History

Official Jersey

Archive