Loading...

Persijap Krisis Ujung Tombak

JEPARA - Usai meraih kemenangan atas Persela (Lamongan) dalam pertandingan lanjutan Kompetisi ISL Minggu (24/5) di Stadion GBK, Jepara, Persijap (Jepara) kembali mengalami krisis pemain depan. Hal ini menyusul cederanya Ilham Hassan, saat menjalani pemanasan sebelum bertanding melawan Persela.

Dan ini mengancam komposisi tim saat menjamu Persib (Bandung), Rabu (27/5) lusa. Persijap hanya menyisakan dua pemain depan. Mereka adalah Pablo Frances dan Noorhadi. Sedangkan Johan Juansyah, dipastikan tidak bisa ditampilkan karena masih dipanggil dalam seleksi Tim Nasional U-23.

Pablo sendiri sejauh ini sebenarnya juga masih belum sepenuhnya pulih dari cedera yang dialaminya saat bertanding di Bontang. Sedangkan Noorhadi juga mengalami hal yang sama.

Sejak mengalami cedera pada awal putaran kedua lalu, Noorhadi masih belum bisa tampil dengan kemampuan terbaiknya. Sedangkan Ilham Hassan sendiri, sampai kemarin masih belum bisa dipastikan bagaimana kondisinya.

Asisten Pelatih Persijap Darmo Widodo menyatakan, problem ini diakui memang cukup serius bagi timnya. Pihaknya masih belum bisa memastikan bagaimana langkah yang akan diambil menghadapi kenyataan ini.

Ilham Hassan masih akan dilihat bagaimana kondisi cederanya. Jika memang tidak memungkinkan, maka kemungkinan besar, untuk posisi striker akan diisi oleh pemain lain yang selama ini berada di posisi lain.

’’Kami masih akan menunggu berbagai kemungkinan yang masih mungkin terjadi. Kalau memang memaksa, ya tentu kami akan lakukan langkah-langkah seperlunya. Bisa saja Phaytoon menjadi striker.Seperti pada pertandingan melawan Persela, Phay terpaksa kami dorong ke depan. Atau justru mendorong Amarildo Souza,’’ ujar Darmo Widodo, Minggu (24/5).

Salah paham

Sementara itu, terkait dengan masalah larangan tanpa penonton, yang sempat disampaikan oleh Polda Jawa Tengah menjelang pertandingan Persijap vs Persela? Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo yang kemarin hadir di Stadion GBK, Jepara, menyatakan, hal tersebut ternyata terjadi karena kesalahpahaman.

Sayangnya ia tidak mau memberikan penjelasan mendetail mengenai hal ini. Jendral berbintang dua ini hanya menyatakan, telah terjadi kesalahpahaman antara pihaknya dengan Panpel.

Larangan tidak boleh ditonton bagi pertandingan kandang Persijap sendiri, sempat menimbulkan reaksi pada publik bola di Jepara. Larangan yang sempat muncul di arena temu tehnik tersebut dinilai tidak beralasan.

Namun secara mendadak pula, Polda Jawa Tengah mengubah kebijakannya, pada Minggu (24/5) pagi kurang dari 12 jam pertandingan dimulai. Dis-did
Super Liga 3411619669191610845

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Follow Us


History

Official Jersey

Archive

Follow by Email