Loading...

Kebijakan Tanpa Penonton Ditinjau Ulang

JEPARA - Kapolda Jateng Irjen Polisi Alex Bambang Riatmodjo menyaksikan pertandingan Persijap menjamu Persipura di Gelora Bumi Kartini, Jepara, Minggu malam lalu. Laga yang dimenangi tim tamu 4-2 itu berstatus tanpa penonton.

Namun, empat jam sebelum berada di Gelora Bumi Kartini, Alex menyatakan akan meninjau ulang kebijakannya tidak mengizinkan pertandingan dengan penonton di wilayah kerjanya.

”Itu akan kami tinjau ulang,” katanya saat meninjau langsung lokasi produksi sabu-sabu yang berhasil dibongkar di Jl Cik Lanang, kawasan Pantai Kartini Jepara.

Dia mengatakan hal itu saat disinggung soal besarnya harapan publik bola Jepara menyaksikan tim kesayangannya berlaga di kandan. Bahkan kelompok suporter belum bisa secara rasional menerima alasan datangnya keputusan itu.

Dalam pertemuan antara suporter, panpel dan kepolisian sebelum pertandingan melawan Persiwa, pendukung tim membandingkan pertandingan di provinsi lain yang bisa disaksikan penonton.

Dokumen

Kapolda mengemukakan, pembatalan hasil pertandingan PSIS versus Persijap di Satdion Jatidiri oleh Komdis PSSI menjadi pertimbangan dikeluarkannya keputusan laga tanpa penonton. ”PSSI sudah meminta maaf, tapi kenyataannya laga ulang masih diagendakan. Ini tidak konsisten,” tuturnya.

Informasi dari manajemen Persijap seperti dikatakan Sekretaris Tim Nur Jamil, laga ulang itu sedianya digelar 5 Mei, namun Persijap tak setuju soal waktu.
Manajemen menunjukkan kepada Kapolda dokumen ketidaksetujuannya atas penilaian komdis bahwa laga tersebut tidak sah.

Dokumen yang ditandatangani Ketua Umum Persijap Ahmad Marzuqi itu ditujukan kepada ketua Umum PSSI Nurdin Halid pada 25 Februari. Surat tesebut masih dianggap berlaku bagi Persijap karena hasil imbang tanpa gol di Jatidiri sudah dianggap cukup dan sah.

Namun, pihaknya tetap akan patuh jika PSSI tetap menggelar laga ulang.
Sesepuh Barisan Suporter Persijap Sejati Zaenur Rohman mengatakan kebijakan tanpa penonton itu perlu ditinjau ulang.

”Klub rugi tak bisa mendapatkan sumber keuangan, dan masyarakat juga rugi tak bisa mendapat haknya menonton bola. Padahal klub dan masyarakat tak melanggar aturan apa pun,” katanya.

Selain penggemar Persijap, hingga kini suporter Persis Solo, PSIS, Persibat Batang, PSIR Rembang dan Persiku Kudus belum bisa menyaksikan laga timnya di kandang. (H15,J4-22)
Super Liga 4774736638507544195

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Follow Us


History

Official Jersey

Archive

Follow by Email