Loading...

Pengurus Baru Ingin Kelola Persijap

Pengurus baruPengurus baru Persijap Jepara hasil musyawarah 12 Mei lalu berkomitmen untuk mengelola Persijap sebagai klub yang berlaga di kompetisi Indonesia Premier League (IPL) di bawah naungan PSSI. Namun pengurus baru itu mesti membicarakannya dengan pihak konsorsium, juga PT Jepara Raya Multitama (JRM) yang sudah semusim ini mengendalikan Persijap, sekaligus memiliki saham di klub ini.

Sugiyanto, pengurus baru di bawah kepemimpinan Ketua Umum Persijap Imam Ghazali mengatakan pihaknya sedang meneliti akta notaris pengelolaan Persijap. "Kami sudah membaca dan mendiskusikannnya. Sebenarnya kami sayangkan karena saham konsorsium terlalu besar, 80 persen. Jika kami mengelola, maka kami sudah siapkan dana," kata Sugiyanto kepada Suara Merdeka, Senin (9/7) malam.

Pengurus baru Persijap, kata dia optimistis bisa membawa kereta klub ini ke arah korporasi bisnis yang bisa menghidupi klub. "Tetapi kami juga butuh dukungan banyak pihak," ujarnya. Ia menilai akta notaris Persijap sebagai klub profesional di bawah PT JRM dalam pemberian hibah sahamnya tak menyebut secara rinci untuk Persijap tetapi atas nama perseorangan. Karena itu ia menanyakan representasi klub-klub di bawah Persijap di dalam akta tersebut. "Kalau di baca, akta notaris PT JRM ini tak spesifik untuk Persijap," katanya.

Dalam akta itu disebut saham klub berasal dari Indrianti Sukarmandijaya sebesar 47 persen, lalu M Ruddy Ferdian tiga persen. Saham itu lantas dihibahkan kepada Rendy Ahfanjaya sebesar 40 persen dan Soetedjo S Sumarto sebanyak 10 lembar dengan perincian tiap lembar saham senilai Rp 1 juta. Ada dua nama warga Jepara yang masuk di PT JRM, yaitu Adjie Darmana sebagai chief executif officer (CEO) dan Soetedjo S Sumarto sebagai komisaris.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Sugiyanto mewakili pengurus baru berancang-ancang membentuk tim baru untuk musim depan, sedangkan Adjie Darmana menegaskan, untuk kompetisi IPL, pihak yang berwenang membentuk tim baru dan mendaftarkannnya ke PSSI adalah PT JRM.

Terkait hal itu Komisaris PT JRM Soetedjo S Sumarto mengatakan, sementara ini kendali klub Persijap yang berlaga di kompetisi IPL masih di PT JRM. "Secara legal formal, pihak yang mendaftarkan dan bertanggung jawab PT JRM," katanya.

Kalau pengurus baru ingin mengelola klub ini, mesti dibicarakan dulu dengan pihak konsorsium dan direksi. Itu karena komposisi saham klub konsorsium 80 persen. Soal namanya tercantum di akta notaris itu bukan mewakili pribadi. "Itu prosesnya panjang, mengapa ada nama saya dan Mas Adjie. Saya itu dulu ditunjuk Ketua Umum Persijap (Ahmad Marzuqi-Red) sebagai representasi klub. Dokumen proses itu ada," terangnya. Bagi dia, kalau dikehendaki dalam rapat umum pemegang saham untuk nonaktif di PT, tidak masalah.

"PT ini itu entitas bisnis, jadi segala kebijakan penting seperti pembagian saham dan pemberhentian personel ada mekanismenya. Kalau jalur dan aturannya sudah benar dan saya harus mundur, ya tidak masalah karena saya di sini membawa mandat ketua umum. Jalan keluarnya, tinggal bagaimana nanti pembicaraan pengurus baru dengan konsorsium dan direksi selaku pengelola klub," kata Soetedjo.
(Muhammadun Sanomae/CN32)
SGBK 6670891786101188081

Posting Komentar

  1. Lebih baik lepas dengan Konsorsium dan kita berdikari saja, jika semua pihak dan elemen dilibatkan hal ini akan mempermudah dalam pengelolaan klub, jika perlu lakukan perombakan secara besar-besaran dalam tubuh managemen dan pengurus, yang cuma numpang hidup di Persijap harus dimusnahkan, kata Alm.Soetedjo "Ojo Nunut Urip nang Persijap" itu harus kita terapkan. Pemain ke 12 siap mengawal pengurus baru Persijap.

    "ABANG KU ORA BAKAL LUNTUR"

    - BDCxPersijap -

    BalasHapus
  2. sudah gitu aja,,,,kelola sendiri,,,

    BalasHapus
  3. Suporter Persijap11 Juli 2012 08.52

    Pengurus baru persijap, buktikan "MERAHMU", berjuanglah untuk mengurus persijap secara mandiri, lepas saja dari konsorsium, jangan bergantung pada ketidak pastian. Ayo berjuang untuk membicarakan hal ini dengan pihak terkait.
    Bravo Persijap Jepara

    BalasHapus
  4. Ahmad Harmoko11 Juli 2012 23.23

    Kapan Jalan di Jepara di bangun ? Dari Jaman Belanda mpe sekarang jalannya itu2 aja, sbnernya pemerintah Jepara ngapain aja?
    Daripada ngurus persijap mending buat bangun jalan aja, jelas berguna buat anak cucu kita, ga seperti persijap yg cuma sementara, trs keok.

    BalasHapus

emo-but-icon

Beranda item

Follow Us


History

Official Jersey

Archive

Follow by Email