Loading...

Evaluasi Besar untuk Persijap


JEPARA - Rencana menjadikan laga uji coba melawan Pro Duta sebagai ajang menunjukkan kekuatan Persijap yang sesungguhnya berjalan tidak sesuai skenario.

Pasalnya, di papan skor, Persijap memang mencatatkan kemenangan 2-1 atas tim asal Bandung yang kini bermukim di Yogyakarta tersebut. Akan tetapi di atas lapangan, banyak hal yang harus dievaluasi dari permainan Evaldo Silva dkk.

Di babak pertama, ribuan penonton yang kemarin datang ke Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK) Jepara disuguhi permainan menarik dari anak asuh Junaedi ini. Alur serangan berjalan lancar dan kolektifitas tim sangat terasa. Dua gol yang dilesakkan Noor Hadi di menit 16 dan Pablo Frances pada menit 41 juga berasal dari kerja sama tim yang apik.

Gol pertama terasa istimewa, berawal dari umpan gelandang Donny Siregar dari sisi kiri pertahanan musuh. Bola mengalir deras ke depan gawang Pro Duta yang dikawal Andi Setiawan dan disambut tandukan kepala Noor Hadi sambil menjatuhkan diri.

Begitu juga gol kedua Persijap. Memanfaatkan bola dari lini kedua, Pablo beraksi sendirian melewati satu pemain belakang Pro Duta Azmi di kotak penalti. Lepas dari kawalan musuh, Pablo yang tinggal berhadapan denga penjaga gawang dengan mudah menyarangkan bola.

Akan tetapi, performa Persijap gagal dipertahankan saat paruh waktu kedua. Sangat terlihat para pemain belakang Laskar Kalinyamat seperti Ahmad Machrus Bahtiar dan Kasiadi sering melakukan kesalahan. Pemain mudah masuk ke jantung pertahanan dan umpan-umpan jauh ke depan yang kurang terukur. Gol balasan Pro Duta yang dilesakkan Eka Santika di menit 61 juga tidak terlepas dari longgarnya penjagaan pemain belakang Persijap.

Pada pertandingan kemarin, pelatih Persijap Junaedi juga mencoba pemain asing asal Jepang Junto menggantikan Noor Hadi. Namun, legiun mancanegarana ini sepertinya masih membutuhkan banyak waktu untuk beradaptasi dengan pemain lainnya. Diplot sebagai tandem Pablo Frances di barisan penggedor, Junto malah lebih sering beroperasi di lapangan tengah. Sehingga, ketajaman lini depan Persijap menjadi jauh berkurang.

Junaedi mengakui kelemahan timnya. Dia akan segera berbenah pada sisa waktu sebelum kompetisi digelar. "Ritme permainan di babak kedua hancur total. Pemain banyak yang melakukan kesalahan. Ini bisa jadi karena faktor stamina pemain yang menurun. Seharusnya hal ini tidak terjadi," kata Juanedi, Rabu (7/10/2009).

Disinggung mengenai Junto, Junaedi menyatakan belum dapat memberikan banyak komentar. Apalagi, lanjutnya, Junto baru saja datang di Jepara dan langsung dimainkan dalam pertandingan. Sehingga, dia belum dapat bermain optimal dan mengetahui karakter tim yang sesungguhnya.

"Kami akan lihat dalam sepekan ke depan. Kalau pemain ini kemampuannya bagus, akan segera kami rekomendasikan kepada manajemen. Begitu juga sebaliknya," tambah Junaedi.

Sementara, Pelatih Pro Duta Kostadi Angelov mengatakan, salah satu penyebab kekalahan ini adalah absennya delapan pemain karena cedera dan dipanggil timnas. Sejumlah pemain yang dibekap cedera antara lain Tariq Aljanabi, Furqon, Kahudi, Febri Marantika, Fadly, dan penjaga gawang Galih Sudaryono. Sementara, satu pemain yang dipanggil Timnas U-23 adalah Yudi.

"Saya tidak mengenal pemain utama atau cadangan. Semua pemain harus siap ketika diturunkan untuk sebuah pertandingan. Namun, yang di lapangan, pemain banyak melakukan kesalahan di babak pertama dan lawan mampu mencetak dua gol. Babak pertama memang milik Persijap, namun babak kedua kami mampu memberikan perlawanan," terang pelatih asal Bulgaria ini. (van,oke)
Super Liga 5975067566677902867

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Follow Us


History

Official Jersey

Archive

Follow by Email